Sunday, May 07, 2006
maap pak dirjend...
pagi ini aku benar-benar dikejutkan dengan sidak seorang pejabat negara. beliau adalah dirjend peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan depdiknas RI. gimana ga salah tingkah men...tiba-tiba pak dirjend langsung masuk ke perpustakaan. dan pagi itu aku bener-bener ga ada persiapan sama sekali. tapi inilah sebenar-benarnya sidak. karena bener-benar tanpa persiapan dan tanpa keprotokolan kenegaraan. jadi kalo selama ini para pejabat yang akan turun ke daerah semuanya harus disiapkan itu namanya bukan sidak. itu namanya cuman penyambutan biasa aja. walopun hari ini adalah libur, tapi aku salut dengan pak dirjend yang mau mampir sejenak ke perpusku.
selain itu aku sudah sepantasnya pagi ini mohon maap karena aku kanyaknya kurang pantas dalam penyambutan. pakaian santai, tanpa sepatu, rambut acak-acakan membuat segalanya mungkin kurang sesuai dengan staf perpustakaan yang seharusnya selalu tampil rapi. tapi maklum men...hari libur, itulah alasan kuatku... dan aku ga dikasih tau sebelumnya tentang sidaknya pak dirjend ini. aku harap beliau juga mau menerima seadanya diriku. karena inilah aku sebenarnya. mau ga mau pak dirjend harus melihat seorang staf perpus yang compang-camping ala kadarnya.
sekali lagi apabila ada yang membaca tulisan ini, mohon sampaikan maapku kepada pak dirjend. mungkin beliau sudah lupa, tapi yang jelas pagi ini (minggu, 7 Mei 2006 di pontianak) beliau pernah mampir ke perpusku. walopun hanya sejenak. dalam sedikit percakapan ini, aku melihat pak dirjend mempunyai harapan besar tentang peran dan perkembangan perpustakaan untuk segera dikembangkan menjadi instansi yang bermanfat bagi semuanya. harapan itu muncul ketika perbincangan mengarah kepada fungsi perpustakaan sebagai sumber pengetahuan bagi siapa saja. jadi pemanfaatannya juga harus bisa dinikmati siapa saja. perpustkaaan harus bisa eksis tanpa harus menunggu komando dari instansi yang menaunginya. perpustakaan harus bisa mengkombinasikan layanan nyata dan maya. sehingga akses perpustakaan tidak lagi terbatas jarak, ruang dan waktu.
sidak pak dirjend pagi ini, memompa aliran darahku menjadi lebih segar untuk lebih enjoy di perpustakaan. dan akhirnya mohon maap pak dirjend dan terima kasih...
selain itu aku sudah sepantasnya pagi ini mohon maap karena aku kanyaknya kurang pantas dalam penyambutan. pakaian santai, tanpa sepatu, rambut acak-acakan membuat segalanya mungkin kurang sesuai dengan staf perpustakaan yang seharusnya selalu tampil rapi. tapi maklum men...hari libur, itulah alasan kuatku... dan aku ga dikasih tau sebelumnya tentang sidaknya pak dirjend ini. aku harap beliau juga mau menerima seadanya diriku. karena inilah aku sebenarnya. mau ga mau pak dirjend harus melihat seorang staf perpus yang compang-camping ala kadarnya.
sekali lagi apabila ada yang membaca tulisan ini, mohon sampaikan maapku kepada pak dirjend. mungkin beliau sudah lupa, tapi yang jelas pagi ini (minggu, 7 Mei 2006 di pontianak) beliau pernah mampir ke perpusku. walopun hanya sejenak. dalam sedikit percakapan ini, aku melihat pak dirjend mempunyai harapan besar tentang peran dan perkembangan perpustakaan untuk segera dikembangkan menjadi instansi yang bermanfat bagi semuanya. harapan itu muncul ketika perbincangan mengarah kepada fungsi perpustakaan sebagai sumber pengetahuan bagi siapa saja. jadi pemanfaatannya juga harus bisa dinikmati siapa saja. perpustkaaan harus bisa eksis tanpa harus menunggu komando dari instansi yang menaunginya. perpustakaan harus bisa mengkombinasikan layanan nyata dan maya. sehingga akses perpustakaan tidak lagi terbatas jarak, ruang dan waktu.
sidak pak dirjend pagi ini, memompa aliran darahku menjadi lebih segar untuk lebih enjoy di perpustakaan. dan akhirnya mohon maap pak dirjend dan terima kasih...

