Saturday, August 19, 2006

ketika perpustakaan tidak lagi sepi

gimana ya membuat sebuah perpustakaan yang menjadi sebuah tempat tujuan yang membetahkan dan mengasikkan?
"kalo menurutku sich harus bersih, ber-AC, dan punya toilet", kata kawan sekantor. tapi seorang pelanggan ibu-ibu berpendapat,"kalo aku sich pokoknya kalo di perpus itu ada koleksi masak-memasaknya aku paling demen deh." lain lagi kalo seorang anak TK yang ngomong. "kalo saya, perpus yang aku senangin tuh kalo ada komik sinchan."...
yach...itulah namanya pelanggan. maunya sangat beragam dan tak bisa dikira. semuanya aneh-aneh dan penuh kejutan. tapi dari ke-nyeleneh-an itu menjadikan nilai positif bagi sebuah perpustakaan untuk mampu mewujudkannya untuk pelanggan. ya HANYA UNTUK PELANGGAN. karena bisa dipastikan perpustkaaan tanpa pelanggan maka tidak akan terjadi transfer pengetahuan. nah ketika perpustakaan menjadi sepi maka dia sebenarnya juga tidak mempunyai pelanggan. tidak mempunyai bisa jadi karena tidak bisa menarik pelanggan atau malah sudah ditinggalkan pelanggan. jadi jika perpustakaan tidak mau lagi sepi, maka dia harus bisa menciptakan, berhubungan dan melayani pelanggan. tetapi sudahkah perpustakaan indonesia demikian?
Diposting oleh chimoet di 10:43 AM | 4 komentar   Link ke posting ini
Sunday, August 13, 2006

lagi-lagi BBM

lagi-lagi kota ini disiusik dengan kelangkaan BBM. ga tau apakah emang disengaja ato ga, yang jelas minggu pagi ini masyarakat dipusingkan untuk mendapatkan. BBM menjadi sulit didapatkan dengan berbagai argumen seperti biasanya. ada yang berargumen bahwa emang pasokan dari jakarta ga ada. ada yang bilang kapal ga bisa masuk kota karena pendangkalan sungai. bahkan ada yang nyelutuk bahwa kabut asap menghalangi kapal untuk masuk ke muara sungai kapuas. tapi yang jelas. hal ini menjadi semacam rutinitas tahunan yang sampe sekarang ga terselesaikan...
entah sampe kapan hal ini terjadi. yang lebih parah lagi bila BBM disini bener-bener langka, maka kota ini akan menjadi kota gelap.kenapa? karena satu-satunya sumber energi listrik berasal dari PLTD yang sangat membutuhkan BBM yang cukup. mudah-mudahan saja kelangkaan ini emang cuman sementara. tapi kalo terjadi terus, maka masyarakat harus menerima resiko dengan ketiadakan listrik. yang artinya harus hidup dalam kegelapan. apapun yang terjadi, kanyaknya masyarakat di sini kayaknya juga udah dilatih untuk "bersabar" deng...bayangkan aja, dalam seminggu masyarakat harus menerima jatah pemadaman listrik 2 kali. bukankah itu merupakan sebuah kesabara n yang luar biasa? sungguh menyesakkan bagi usahawan yang mengandalkan listrik sebagai kebutuhan utamanya. ga heran, dari tahun ke tahun, kota ini agaknya ga ada perubahan yang berarti dibandingkan dengan kota-kota lain di Indonesia. investor takut masuk. wisatawan ogah berkunjung. dan perekonomian berjalan datar-datar saja. seandainya masih kayak begini, mampukah kota/ propinsi ini mampu menghidupi diri sendiri di tengah otonomi daerah yang menuntut kemandirian diri?semoga menjadi perhatian. kelangkaan BBM ini baru sedikit permasalahan yang dihadapi kota ini. masih banyak masalah yang sangat kompleks yang perlu diselesaikan dengan segera dan bijaksana.
Diposting oleh chimoet di 8:43 AM | 1 komentar   Link ke posting ini
Saturday, August 12, 2006

ketika sebuah suasana menjadi superkaku

pernah ga merasakan bagaimana suasana hati menjadi tak menentu akibat atmosfir kerja menjadi superkaku? Mesti sangat ga mengenakkan, ga produktif dan mesti sangat membosankan bukan? Inilah setidaknya yang pernah aku rasakan akhir-akhir ini.
Tapi aku sadar bahwa dalam sebuah instansi ternyata memiliki SDM yang berbeda karakter dan jiwanya. Ya…sebuah keanekaragaman hati menjadi sebuah suasana yang menciptakan heteroginitas tujuan. Di saat satu orang sangat supersibuk, tetapi ada juga orang lain yang dengan santainya berleha-leha seakan tidak ada pekerjaan yang menjadi tugas dan kewajibannya...
Ternyata bekerja dalam sebuah tim besar menuntut kita untuk bersabar. Dengan dilandasi oleh keragaman tersebut, maka suasana kerja juga dapat mengalami pasang surut. Ketika sebuah tim itu kompak, maka yang terlihat adalah kebersamaan yang seakan-akan abadi selamanya. Tetapi ketika suatu ketika tim itu sudah tidak kompak lagi, maka yang ada hanyalah keiirian, kecemburuan, saling mengumbar kejelekan teman satu tim di balik layar.
Sungguh hebatlah jika suatu tim dapat mempertahankan kekompakkannya. Tapi aku sangat pesimis akan hal tersebut. Karena sesuatu itu tidak ada yang kekal. Semuanya mesti mengalami pasang surut. Dan akhirnya mati. Apalagi kalo ga ada yang menjadi motivator dalam tim tersebut.
Akhirnya sebuah tim kerja yang kaku akan sangat merugikan semua yang terlibat di dalamnya. Semuanya akan merasakan kejenuhan. Dan dari kejenuhan itu, maka prestasi kerja selamanya tidak akan muncul. Apalagi berkembang. [?]
Diposting oleh chimoet di 1:37 PM | 0 komentar   Link ke posting ini
Subscribe to: Posts (Atom)