Thursday, September 27, 2007
setiap saat adalah ibadah
sungguh indah bulan penuh berkah ini. bagaimana tidak? setiap saatnya adalah ibadah. dari bangun tidur sampai mau tidur lagi adalah ibadah. berikut pandanganku tentang setiap saat adalah ibadah itu.
jam 3 atau setengah empat kudu bangun untuk sahur. terlebih bagi seorang wanita dan istri, bisa jadi HARUS bangun lebih awal untuk menyiapkan segalanya. bahkan kadang bingung karena ga ada yang disiapkan. walah...setelah itu tentu saja salat subuh (yang dalam Al Qur-an disebutkan akan dilihat oleh para malaikat, insyaAllah, amin)habis itu tentu membaca alQur-an sampai kurang lebih jam 5 atau setengan enam pagi. bagi Anda yang ga biasa langsung beraktivitas, tiduran sejenak menjadi pilihan sebelum memulai hari. Sekitar jam 7 Anda semua pasti siap-siap beraktivitas. bagi orang tua yang bekerja itu adalah ibadah dan bagi anak yang belajar menuntut ilmu itu juga merupakan ibadah. keseharian di tempat kerja ataupun di kantor bisa saja diisi dengan membaca, berdiskusi, dan tentu menjalankan rutinitas pekerjaan. Itu semua juga merupakan ibadah. luar biasa...
menginjak dzuhur, tentu Anda tidak akan melepaskannya dengan tidak sholat berjamaah kan? rugi lhoh kalo ga rame-rame sholat jamaah. Apalagi di bulan yang penuh keindahan dan keberkahan ini. Setelah itu mungkin saja kita akan mendengarkan kultum atau semacam penyegaran rohani. dan itu adalah ibadah lagi. selesai solat dzuhur, bagi Anda yang merasa “agak lelah” karena bangun malam terus, biasanya membaringkan badan untuk sekadar melepas lelah itu. dan biasanya langsung ga nyadar, kita terlelap tidur. Wuiih...asoiiiiiii...nikmatnya bukan main terlelap di siang ramadhan. seperti ada yang mengipasi saat kita terlelap tidur siang. apakah ini yang dinamakan berkah itu ya?
Tiba-tiba sadar dari lelap tidur kira-kira asar dan lansung mengambil air wudhu membersihkan kotoran di mata dan melaksanakan sholat asar (dianjurkan dengan sangat! untuk jamaah lagi). Setelah itu, tentu Anda akan merencana untuk ngabuburit menunggu waktu berbuka. Menikmati sejenak sore hari di bulan ramadhan...
Tiba waktunya berbuka. dan saat-saat ini adalah waktu yang paling berkah. Dimana konon do’a-do’a kita diijabahi (insyaAllah). Beruntunglah Anda yang dapat menikmati berbuka puasa dengan keluarga Anda. Berdo’a bersama dengan penuh keceriaan bersama suami/ istri dan anak-anak Anda. Semuanya terlihat bahagia dan pebuh pesona.
Menginjak isya, semuanya bergegas menuju surau dan melaksanakan salat tarawih berjaamaah. Dan tentu ini adalah perjuangan yang cukup berat di malam ramadhan. Rasa cape harus dilawan demi berkah di malam hari. Sukur-sukur mendapat lailatul qodar. Amiiin...
Selesai tarawih tentu kita akan sejenak membca Al Qur-an (lagi) beserta terjemahan dan tafsirnya (kalo memungkinkan). Dan itu adalah ibadah lagi. pokoknya sampai malam pun kita tidak akan lepas dari namanya ibadah. Bahkan tidak sampai di situ. Bagi Anda yang pasutri, dimungkinkan akan menuju kepada sebuah “permainan orang dewasa”. Suami “memberi nafkah” istri. Dan sebaliknya istri melayani suami. Bukankah ini juga merupakan ibadah (lagi)?
Setiap saat baik pagi, siang, sore sampai malam hari di bulan ini ibarat mata air yang mengalir tanpa henti. Dia selalu ada dan selalu menyejukkan apa dan siapa saja yang dilewati. Begitu juga bulan ini. Dia memberikan ketenangan jiwa untuk selalu tawaddu dan istiqomah.
Pertanyaanya sekarang, apakah Anda merasakannya?
jam 3 atau setengah empat kudu bangun untuk sahur. terlebih bagi seorang wanita dan istri, bisa jadi HARUS bangun lebih awal untuk menyiapkan segalanya. bahkan kadang bingung karena ga ada yang disiapkan. walah...setelah itu tentu saja salat subuh (yang dalam Al Qur-an disebutkan akan dilihat oleh para malaikat, insyaAllah, amin)habis itu tentu membaca alQur-an sampai kurang lebih jam 5 atau setengan enam pagi. bagi Anda yang ga biasa langsung beraktivitas, tiduran sejenak menjadi pilihan sebelum memulai hari. Sekitar jam 7 Anda semua pasti siap-siap beraktivitas. bagi orang tua yang bekerja itu adalah ibadah dan bagi anak yang belajar menuntut ilmu itu juga merupakan ibadah. keseharian di tempat kerja ataupun di kantor bisa saja diisi dengan membaca, berdiskusi, dan tentu menjalankan rutinitas pekerjaan. Itu semua juga merupakan ibadah. luar biasa...
menginjak dzuhur, tentu Anda tidak akan melepaskannya dengan tidak sholat berjamaah kan? rugi lhoh kalo ga rame-rame sholat jamaah. Apalagi di bulan yang penuh keindahan dan keberkahan ini. Setelah itu mungkin saja kita akan mendengarkan kultum atau semacam penyegaran rohani. dan itu adalah ibadah lagi. selesai solat dzuhur, bagi Anda yang merasa “agak lelah” karena bangun malam terus, biasanya membaringkan badan untuk sekadar melepas lelah itu. dan biasanya langsung ga nyadar, kita terlelap tidur. Wuiih...asoiiiiiii...nikmatnya bukan main terlelap di siang ramadhan. seperti ada yang mengipasi saat kita terlelap tidur siang. apakah ini yang dinamakan berkah itu ya?
Tiba-tiba sadar dari lelap tidur kira-kira asar dan lansung mengambil air wudhu membersihkan kotoran di mata dan melaksanakan sholat asar (dianjurkan dengan sangat! untuk jamaah lagi). Setelah itu, tentu Anda akan merencana untuk ngabuburit menunggu waktu berbuka. Menikmati sejenak sore hari di bulan ramadhan...
Tiba waktunya berbuka. dan saat-saat ini adalah waktu yang paling berkah. Dimana konon do’a-do’a kita diijabahi (insyaAllah). Beruntunglah Anda yang dapat menikmati berbuka puasa dengan keluarga Anda. Berdo’a bersama dengan penuh keceriaan bersama suami/ istri dan anak-anak Anda. Semuanya terlihat bahagia dan pebuh pesona.
Menginjak isya, semuanya bergegas menuju surau dan melaksanakan salat tarawih berjaamaah. Dan tentu ini adalah perjuangan yang cukup berat di malam ramadhan. Rasa cape harus dilawan demi berkah di malam hari. Sukur-sukur mendapat lailatul qodar. Amiiin...
Selesai tarawih tentu kita akan sejenak membca Al Qur-an (lagi) beserta terjemahan dan tafsirnya (kalo memungkinkan). Dan itu adalah ibadah lagi. pokoknya sampai malam pun kita tidak akan lepas dari namanya ibadah. Bahkan tidak sampai di situ. Bagi Anda yang pasutri, dimungkinkan akan menuju kepada sebuah “permainan orang dewasa”. Suami “memberi nafkah” istri. Dan sebaliknya istri melayani suami. Bukankah ini juga merupakan ibadah (lagi)?
Setiap saat baik pagi, siang, sore sampai malam hari di bulan ini ibarat mata air yang mengalir tanpa henti. Dia selalu ada dan selalu menyejukkan apa dan siapa saja yang dilewati. Begitu juga bulan ini. Dia memberikan ketenangan jiwa untuk selalu tawaddu dan istiqomah.
Pertanyaanya sekarang, apakah Anda merasakannya?


.jpg)
.jpg)