Wednesday, March 25, 2009
Yang Lucu-lucu di Lembagaku
Apakah sudah ditakdirkan ya manusia itu menjadi makhluk yang lucu? Tertawa dulu aahhh...hahaha. Lucu yang saya maksud di sini adalah kelucuan tentang sikap dan perilaku manusia yang sangat ga pantas jika dipikir menurut logika manusia.
Ceritanya begini...
Saat ini perpustakaan saya terbagi menjadi 2 bagian yaitu ruang perpustakaan dan rencananya ruang audio visual atau ruang multimedia (sedang dalam pemantapan nama). Tentu saja sebelum permanen digunakan dan difungsikan kedua ruang tersebut sama-sama belum berpenghuni alias masih kosong blooong.
Tetapi sekarang perpustakaan telah dihuni setidaknya 2 manusia biasa yang sedang belajar menjadi tidak lucu. Sedang ruang audio visual tentu masih saja kosong mlompong tanpa penghuni sama sekali. Di dalamnya hanya berisi furniture dan lampu doang.
Yang bikin lucu adalah bahwa ruang yang bener-bener kosong tanpa berpenghuni itu saat ini terkesan eksklusif dengan 6 buah AC yang lumayan mewah. Apakah pada tidak sadar ya? Ngasih AC di ruang yang tidak berpenghuni apa manfaatnya? Apakah akan mendinginkan "makhluk lain" selain manusia? Apakah hanya memamerkan kemegahan ruang dengan aksesoris ACnya atau alasan apa?
Sedang perpustakaan yang nyata-nyata di dalamnya ada kehidupan malah tidak tersentuh sama sekali keberadaannya. Atau...hehehe...jangan-jangan manusia di perpus dianggap bukan manusia kali ya sehingga ga perlu pake AC-ACan segala. Walah....kalo sudah begini berarti derajat manusia sudah lebih rendah dung dengan "makhluk lain" itu. huhuhuh....(mode : menangis)
Dan pada akhirnya tulisan ini tidak bermaksud untuk menyinggung siapa saja manusia yang termasuk kategori lucu itu. Tetapi tulisan ini lebih berfihak kepada pemikiran yang berdasarkan logika yang simple dan apa adanya saja.
Bagaimana di lembaga Anda? Apakah juga ada manusia yang lucu seperti di lembaga saya?
Ceritanya begini...
Saat ini perpustakaan saya terbagi menjadi 2 bagian yaitu ruang perpustakaan dan rencananya ruang audio visual atau ruang multimedia (sedang dalam pemantapan nama). Tentu saja sebelum permanen digunakan dan difungsikan kedua ruang tersebut sama-sama belum berpenghuni alias masih kosong blooong.
Tetapi sekarang perpustakaan telah dihuni setidaknya 2 manusia biasa yang sedang belajar menjadi tidak lucu. Sedang ruang audio visual tentu masih saja kosong mlompong tanpa penghuni sama sekali. Di dalamnya hanya berisi furniture dan lampu doang.
Yang bikin lucu adalah bahwa ruang yang bener-bener kosong tanpa berpenghuni itu saat ini terkesan eksklusif dengan 6 buah AC yang lumayan mewah. Apakah pada tidak sadar ya? Ngasih AC di ruang yang tidak berpenghuni apa manfaatnya? Apakah akan mendinginkan "makhluk lain" selain manusia? Apakah hanya memamerkan kemegahan ruang dengan aksesoris ACnya atau alasan apa?
Sedang perpustakaan yang nyata-nyata di dalamnya ada kehidupan malah tidak tersentuh sama sekali keberadaannya. Atau...hehehe...jangan-jangan manusia di perpus dianggap bukan manusia kali ya sehingga ga perlu pake AC-ACan segala. Walah....kalo sudah begini berarti derajat manusia sudah lebih rendah dung dengan "makhluk lain" itu. huhuhuh....(mode : menangis)
Padahal bukankah derajat manusia itu adalah yang paling tinggi di sisi Alloh dibandingkan dengan makhluk lain?Ah udah ah kok malah ceramah sih? Ngebahas ruang aje kok malah cerita tentang derajat-derajat segala sih? Ok ok ok...Intinya ya begitu itu kelucuan di lembagaku. Saya yakin masih buuuuuuaaanyak lagi kelucuan yang telah, sedang dan akan terjadi sini.
Dan pada akhirnya tulisan ini tidak bermaksud untuk menyinggung siapa saja manusia yang termasuk kategori lucu itu. Tetapi tulisan ini lebih berfihak kepada pemikiran yang berdasarkan logika yang simple dan apa adanya saja.
Bagaimana di lembaga Anda? Apakah juga ada manusia yang lucu seperti di lembaga saya?
