Monday, June 01, 2009

Yang Lucu-lucu di Lembagaku [2]

Tautan : [1]

Sekitar dua tahun lalu sebuah mobil beserta seperangkat laboratorium dan alat multimedia lengkap datang ke lembagaku. Dalam hati sejenak berdecak kagum akan kahadirannya. "Waah...hebat bener mobil ini."
Dari judul yang tertera saja sangat mentereng. Yaitu MOBIL PINTAR (Laboratory). Keren khan? Ya jelas keren lah. Lha wong dia datang emang tujuan semula membuat pintar kok. Mungkin saja kedatangannya akan berkeliling di setiap sekolah dan mana saja yang terjangkau untuk dihadiri olehnya.
Masyarakat dan siswa atau siapapun pasti juga senang akan kehadirannya. Yang jelas mobil pintar akan menghampiri masyarakat untuk belajar tentang apa saja dan tentu sangat dimanjakan.
Tapi apa yang terjadi selama 2 tahun ini? Ternyata kelucuan itu terjadi lagi di sini. Di lembagaku yang sangat aku cintai ini. Dua tahun ini mobil pintar itu ternyata belon mampu memintarkan (baca : membuat pintar) masyarakat. Lhoh kok? Lha iya lah...lha wong dia nya kagak beranjak dari tempatnya kok. Alias kagak jadi muter-muter keliling kemana pun memerankan sebagai mobil pintar itu.
Lantas tiba-tiba saja saya menganalogikan mobil pintar itu seperti air. Anda tau air kan? Bagaimana filosofinya? Perannya? Dan kemanfaatannya? Air adalah sumber kehidupan. Dia mengalir untuk memberi kehidupan siapa saja yang dilewatinya. Dia memberi harapan hidup kepada siapa saja yang memanfaatkannya.
Tapi sebaliknya. Jika air itu hanya diam saja alias tidak mengalir alias menggenang di suatu tempat tentu akan menjadi sarang nyamuk. Menjadi sumber penyakit dan tentu saja menimbulkan bau busuk bahkan juga kadang bisa menimbulkan racun.

Kembali ke laptop...eh ke mobil

Demikian juga mobil pintar itu di lembagaku. Keadannya seakan tak berguna. Kegunaannya seakan lenyap tak berdaya. Dan fungsinya tak lagi bisa dimanfaatkan setiap orang yang mengharapkan.
Mobil pintar itu saat ini ya hanya sebatas pajangan aja atau mungkin saja hanya untuk "gaya-gaya"-an bahwa "Ini lhoh lembagaku punya mobil pintar." Tapi realisasinya mana? Mana kemanfaatannya untuk masyarakat?
Kini mobil pintar itu tidak lagi pintar. Mungkin bisa jadi mobil pintar itu sekarang menjadi "mobil bodoh" yang tidak bisa berperan karena emang fungsinya tak dimaksimalkan atau emang sengaja tidak ada yang mau memaksimalkan.
Hhhmmm...itulah yang kadang bikin saya geli melihat kelucuan di lembagaku ini. Banyak fasilitas yang cukup, tetapi kenapa kecukupannya itu tidak di"ledakkan" untuk memberikan kemanfaatan kepada masyarakat? Padahal bisa saja masyarakat mengharapkan layanan itu.
Dengan masih agak geli tentang kelucuan ini, saya hanya bisa tersenyum sekali lagi kepada lembagaku tercinta. Dan mudah-mudahan Anda semua bisa mengambil hikmah tentang kelucuan di sini. Semoga tidak terjadi di lembaga Anda.
Diposting oleh chimoet di 2:04 PM | 1 komentar   Link ke posting ini
Subscribe to: Posts (Atom)